Constraint Satisfaction Problem
Constraint Satisfaction Problem merupakan sebuah pendekatan untuk
menyelesaikan suatu masalah dengan tujuan menemukan keadaan atau objek yang
memenuhi sejumlah persyaratan atau kriteria.
Constraint Satisfaction Problem juga adalah suatu permasalahan seseorang
harus mencari nilai untuk set variabel (finite) yang memenuhi set constraint
(finite). Komponen-komponen yang terdapat pada Constraint Satisfaction Problem
adalah Variabel yang merupakan penampung dapat diisi berbagai nilai, Constraint
yang merupakan suatu aturan yang ditentukan untuk mengatur nilai boleh diisikan
ke variabel, atau kombinasi variable, Domain yang merupakan kumpulan nilai
legal dapat diisi ke variable, Solusi yang merupakan assignment nilai-nilai
dari domain ke setiap variabel tidak ada constraint yang dilanggar.
Komponen-komponen yang ada di CSP:
1. Set Variabel
Merupakan sesuatu yang memiliki nilai bervariasi, kemudian dapat juga didefiniskan sebagai hal yang berbeda beda dalam bahasa pemprograman yang diwakili oleh simbol untuk variasi nilai tertentu.
2. Set Domain
Merupakan kumpulan nilai legal yang dapat diisi ke variabel.
3. Set Constraint/Batasan
Menspesifikan kombinasi nilai yang diperbolehkan.
Contoh permasalahan CSP ini adalah Penjadwalan Mata pelajaran.
Dalam proses penjadwalan mata pelajaran ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
Merupakan sesuatu yang memiliki nilai bervariasi, kemudian dapat juga didefiniskan sebagai hal yang berbeda beda dalam bahasa pemprograman yang diwakili oleh simbol untuk variasi nilai tertentu.
2. Set Domain
Merupakan kumpulan nilai legal yang dapat diisi ke variabel.
3. Set Constraint/Batasan
Menspesifikan kombinasi nilai yang diperbolehkan.
Contoh permasalahan CSP ini adalah Penjadwalan Mata pelajaran.
Dalam proses penjadwalan mata pelajaran ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Pertama, terdapat jadwal-jadwal di mana guru yang bersangkutan tidak bisa mengajar.
- Kedua, distribusi jadwal perkuliahan diharapkan dapat merata tiap harinya untuk setiap kelas.
- Ketiga, pekerjaan penjadwalan mata pelajaran ini akan semakin berat jika melibatkan semakin banyak kelas per angkatannya.
- Keempat, terdapat mata pelajaran tertentu yang menggunakan ruang laboratorium yang harus dijadwalkan pada ruang laboratorium.
Solusi untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan Algoritma
Genetika. Ciri-ciri permasalahan
yang dapat dikerjakan dengan menggunakan Algoritma Genetika adalah masalah
tersebut mempunyai fungsi tujuan optimalisasi non linear dengan banyak kendala
non linear. Selanjutnya, masalah tersebut mempunyai kemungkinan solusi yang
jumlahnya tak terhingga. Kombinasi dari mata pelajaran, guru, dan kelas
memiliki kemungkinan yang sangat banyak sehingga algoritma genetika dapat
digunakan dalam permasalahan ini. Terakhir, masalah tersebut mempunyai
multi-objective dan multi-criteria, sehingga diperlukan solusi yang dapat
secara bijak diterima oleh semua pihak.
Ada
faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembentukan jadwal antara lain:
- guru
Seorang guru tidak dapat mengajar
beberapa mata pelajaran pada jam yang sama. Selain itu, seorang guru terkadang
hanya dapat mengajar pada jam-jam dan hari-hari tertentu saja, sehingga perlu
untuk memesan jadwal khusus yang tidak dapat diganggu mata pelajaran yang lain.
- kelas
Mengingat jumlah kelas yang
dimiliki, agar tidak menggangu jalannya pelajaran Jadwal harus hanya
mengakomodasi kelas yang ada.
- Waktu
Waktu merupakan batasan berapa
menit yang diperlukan untuk satu matpel. Selain itu sekolah dibatasi dari hari
Senin sampai hari Sabtu dan setiap harinya pun dibatasi mulai jam 07.00 sampai
jam 13.00. Dengan batasan-batasan waktu ini, jadwal hanya akan berada pada
waktu yang ditentukan.
- Mata
pelajaran
Mengingat setiap mataelajaran
memiliki pelajaran yang diajarkan, maka perlu adanya aturan yang membatasi
penjadwalan matpel, agar sesuai dengan aturan-aturan penjadwalan.
Selain itu, ada beberapa aturan
yang harus diperhatian dalam membuat jadwal meliputi:
- Satu
kelas tidak boleh diisi oleh dua mata pelajaran dalam satu waktu yang sama
- Satu
guru tidak boleh mengajar dua mata pelajaran dalam satu waktu yang sama
Faktor-faktor
yang menyebakan Algoritma Genetika menjadi metode alternatif sebagai solusi
masalah penjadwalan tersebut adalah pemadatan waktu. Pagi hari merupakan waktu
yang cukup berharga untuk menambah nilai fitness. Oleh karena itu, penjadwalan
dilakukan semenjak pagi untuk menambah alternatif solusi optimum. Berikutnya
adalah frekuensi mengajar guru. Penjadwalan menginginkan agar tugas mengajar
guru merata setiap harinya. Tidak terlalu padat dan tidak juga terlalu lengang.
Hal ini dapat mempengaruhi kinerja mengajar guru yang bersangkutan.
Dengan
Algoritma Genetika diharapkan dapat diperoleh penjadwalan mata pelajaran yang
optimal yaitu kondisi di mana terjadi kombinasi terbaik untuk pasangan mata
pelajaran dan guru pengajar secara keseluruhan, tidak adanya permasalahan tabrakan
jadwal baik pada sisi guru, waktu maupun ketersediaan ruang yang cukup secara
fasilitas untuk seluruh mata pelajaran. Penjadwalan dapat memberikan solusi yang
dapat digunakan oleh guru, siswa, mata pelajaran yang terlibat dalam kegiatan
belajar mengajar..
Dengan bantuan
Algoritma Genetik penyusunan penjadwalan mata pelajaran dapat dioptimalkan.
Program dapat mencari solusi penjadwalan pada waktu yang dapat digunakan baik
oleh guru maupun ruangan yang terlibat dalam suatu mata pelajaran. Di samping
itu, program dapat meminimalkan tingginya frekuensi mengajar seorang guru.
Proses penjadwalan mata pelajaran menggunakan Algoritma Genetik ini dapat
diterapkan pada kasus-kasus penjadwalan Dengan menggunakan metode best fitness,
maka Algoritma Genetik akan selalu menunjukkan kenaikan fitness atau dengan
kata lain generasi selanjutnya lebih baik atau minimal sama dengan generasi
sebelumnya.
Dalam kasus
ini, Constraint Satisfaction Problem berfungsi sebagai pemberi batasan dalam
penjadwalan yang dihasilkan oleh Algoritma Genetika. Metode Algoritma Genetika
dipadukan dengan metode Constraint Satisfaction Problem karena kromosom yang
dihasilkan pada metode Algoritma Genetika dapat diproses dengan metode
Constraint Satisfaction Problem sehingga dapat ditemukan batasan-batasan pada
penjadwalan yang harus dipenuhi dengan cepat dan akurat.
Tulisan
ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Kecerdasan Tiruan
(AI) yang diampu oleh Mia Kamayani ST, MT . Prodi Teknik Informatika Fakultas
Teknik UHAMKA.
Referensi:
- lidya1859.blogspot.co.id/2011/10/algoritma-genetika-dan-metode.html
- www.scribd.com/document/28430259/Penerapan-Algoritma-Backtracking
- informatika.stei.itb.ac.id/~rinaldi.munir/Stmik/2005-2006/Makalah2006/MakalahStmik2006-47.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar